Resiko (Risk)

Berbisnis sangat dekat sekali kaitannya dengan resiko, banyak bertebaran asumsi seperti itu, sehingga tidak sedikit pemula dalam bisnis ketika mau memulai bisnis sering tidak berhasil karena yang menjadi pemikiran awalnya adalah rasa takut akan resiko yang sekiranya harus di tanggung ketika usaha/ bisnisnya mulai berjalan.

Benarkah berbisnis itu resikonya besar? Sebenarnya bukan berbisnisnya yang beresiko besar, harus kita tanamkan dalam pemikiran kita bahwa apapun itu beresiko, tidak ada yang tidak beresiko, kita makan pun ada resikonya, tidur pun juga ada resikonya, berjalan keluar rumah pun ada resikonya dan bahkan tinggal diam di rumah pun ada resikonya. Resiko adalah kemungkinan terburuk dari sesuatu. Jika kita mengatakan kemungkinan terburuk maka kemungkinan tersebut bisa kita minimaisir meski tidak bisa kita hilangkan, tetapi setidaknya bisa kita minimaslisir agak lebih ringan untuk menghadapi resikonya.

Resiko bila kita ibaratkan adalah akibat, akibat yang kita buat karena kurang hati-hatinya kita dalam mempertimbangkan sesuatu atau melakukan sesuatu. Resiko akan selalu ada dalam setiap apa yang kita kerjakan, jadi bukan resiko yang harus kita takutkan dalam memulai usaha/ bisnis. Tetapi harusnya kita takut akan waktu yang terus berjalan ketika kita terus memikirkan rasa takut akan resiko, waktu yang akan membuat kita putus asa ketika kita berpikir “ini semua sudah terlambat untuk memulai”. Maka kita perlu memiliki pertimbangan akan hal tersebut, lebih baik takut tetapi tetap melangkah, dari pada takut tetapi masih diam dan berpikir. Selalu ada evaluasi yang akan terus menjadikan kita hebat sehingga apapun yang kita temukan ketika melangkah akan menjadikan kita lebih kuat dari sebelumnya dan kita akan siap untuk setiap resiko yang selalu membayangi kita.

Tergantung dari diri kita sendiri untuk mengelola resiko tersebut agar bisa kita minimalisir, maksud meminimalisir resiko itu bukan mengecilkan resikonya, tetapi mencari dan menyiapkan cara penanganan terbaik jika suatu saat resiko tersebut akan kita hadapi. Merencanakan strategi-strategi penanggulangan untuk bisa mengatasi resiko yang akan terjadi, karena pada dasarnya “resiko tidak bisa di kecilkan atau dihilangkan”, dan resiko akan selalu ada dalam kondisi apapun dalam kehidupan kita.

Besar kecilnya resiko tergantung dari usaha atau tindakan yang kita lakukan, besarkah usaha yang kita kerjakan atau kecil. Analoginya ketika kita usaha/ bisnis di level omset/ keuntungan di kisaran Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) berapa kemungkinan terburuk terjadi kerugian ketika perusahaan/ bisnis valid adalah Rp. 10.000.000,00, maka memang sesuai dengan keuntungan resiko itu.

Semakin besar modal dan keuntungan yang ingin kita dapatkan, maka sebesar itu juga resiko yang akan kita dapatkan. Semakin berat dan sullit sebuah pekerjaan maka semakin besar juga resikonya. Semakin kecil modal dan keuntungan yang kita gunakan dalam memuali sebuah usaha, maka kecil juga resikonya. Jadi memang tak ada sesuatu yang tidak beresiko, semua beresiko, usaha, bisnis, jual beli, produksi, bahkan hidup kita pun itu beresiko, dan memang tidak ada resiko yang kecil atau pun besar, resiko sama saja tergantung dari apa yang sedang kita lakukan.

Pernahkah kita bayangkan keberhasilan yang luar biasa ketika kita berada pada kodisi kita sedang melakukan usaha / bisnis? Tentu hal tersebut sering kali kita lakukan, kita pikirkan yang senangnya dulu dan selanjutnya jika kita mendapatkan untung besar, kita pikirkan untuk apa keuntungan itu kita habiskan. Tetapi ketika kita diminta untuk berpikir berkaitan dengan resiko yang mungkin akan terjadi, kita memilih untuk mengatakan “bagaimana nanti” dan tentu saja jawaban itu bukan kurang tepat lagi, tetapi itu adalah jawaban yang salah jika tujuan kita adalah untuk berhasil.

Perlu kita fahami, kenapa kehidupan ini disebut kehidupan yang kejam, karena setiap apapun itu yang berkaitan dengan kehidupan penuh dengan resiko, tidak hanya usaha, bahkan kehidupan rutinitas kita pun semuanya memiliki resiko. Jadi tidak perlu takut akan hal itu, tinggal bagaimana kita belajar untuk bisa meminimalisir resiko tersebut, yakin bahwa semua yang kita lakukan memiliki resiko, dan belajarlah untuk bisa menangani resiko tersebut.

Maka dari itu mari kita memulai usaha/ bisnis kita dan jangan takut akan sebuah resiko, karena memang pada dasarnya resiko akan tetap ada dan tak perlu kita takut pada resiko yang akan menimpa kita. Dan satu hal yang saya percayai, TUHAN tidak akan memberikan beban dan resiko yang melebihi kemampuan kita untuk menyelesaikan dan meminimalisir resiko tersebut.

By. Dicki Koswara

One Commentto Resiko (Risk)

  1. Janemeire says:

    maksudnya pake SEO tuh, pengunjung kita ruaujknya dari mbah google lan sak kanca2ne itu bukan?? wah.. pengunjung dari situ mah pada malas komentar.. kn rata2 bukan blogger, jdi walaupun komntar, jelek juga, cz avatrnya gambarnya aneh atau bahkan ngga muncul!!.. hal semacam itu malah mengurangi nilai keindahan sebuah postingan(postingan menurut yos dikatakan indah tadak hanya dari artikel postinganya saja tapi juga komntar2 yg mengikutinya dan juga jawaban2 kita atas komntar tersebut), ini buka berarti yos tidak menghargai komnatar dari non blogger lho ya,karena yos yakin suatu saat semua oarang akan punya blog sebagaimana mereka sekarang ini yang pada punya facebook maaf teh, klo komentarnya panjang bgt Pengunjung dari search engine memang banyak yang nggak ninggalin komentar, tetapi cukup efektif untuk meningkatkan nilai statistik seperti Page Rank dan Alexa Rank.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *