Partisipasi dalam konsep perusahaan

?????????????????????????????????????????????????????????????????

Benarkah partisipasi sangat berpengaruh dalam manajemen sebuah perusahaan? Mari kita lihat kilas perusahaan yang Anda duduk di dalamnya.

PIHAK 1 Jika Anda pengusahaa atau posisi atasa

  1. Pernahkan Anda menerima kritik dan saran dari bawahan Anda?
  2. Pernahkan pemikiran dan inovasi bahawan Anda dengarkan dan bahkan laksanakan menjadi sebuah program?
  3. Pernahkan Anda mau untuk berdiskusi dengan bawahan Anda mengenai pengembangan produk?

PIHAK 2 Jika posisi Anda karyawan atau bawahan

  1. Apakah Anda memiliki pemikiran dan pendapat mengenai bagaimana cara untuk mengembangkan perusahaan yang Anda duduk di dalamnya sebagai karyawan?
  2. Apakah pernah pemikiran dan pendapat Anda tersebut di terima oleh atasan Anda?
  3. Apakah Anda pernah bekerja sebagai tim? Kenapa harus bekerja sebagai tim jika sebagai individu Anda lebih mampu?

Dari pertanyaan-pertanyaan itu jika dijawab oleh pihak 1 tentu jawabannya adalah “knowledge dan skill mereka belum sampai pada tahap tersebut”. Memang pengalaman dan pengetahuan sangat berpengaruh pada pemikiran seseorang mengenai banyak hal, tetapi dengan perkembangan dan kebebasan informasi seperti sekarang ini, apa yang menjadi kendala, kita tidak pernah tahu apa yang dipikirkan oleh seseorang, bisa jadi apa yang diungkapkannya menjadi sebuah pemikiran yang besar jika di topang dengan dukugan yang maksimal.

Apa salahnya mendengarkan semua kritik dan saran dan kemudian dikaji dengan hati-hati sebelum memutuskan apakah layak atau tidak, setidaknya kritik saran dan pendapat yang diungkapkan bawahan akan menjadi bahan informasi berharga yang bisa anda kembangkan pada inovasi produk atau layanan.

Setiap pemikiran manusia itu sangat luar biasa, karena begitu beragam pemikiran satu manusia dengan manusia lainnya, kita tidak pernah tahu apakah itu pendapat yang luar biasa atau sia-sia jika tidak ada proses berkelanjutan dari pendapat tersebut. Bisa jadi itu adalah pemikiran yang luar biasa.

Bagaimana jika pertanyaan pihak 2 kita jawab dengan tidak, tidak dan tidak. Apa yang menjadi kendala dari jawaban ya? Mereka merasa bahwa pendapat mereka tidak akan didengarkan karena atasan pun menganggap bahwa pendapat mereka hanya berkaitan dengan pengajuan kesejahteraan mereka saja, dan disisi lain lebih pada kritik yang tidak membangun karena sifatnya kurang enak di dengar, benarkah ada kritik yang enak di dengar? Bukankah yang mananya kritik adalah penjabaran atau deskripsi dari suatu kesalahan yang perlu diperbaiki.

Dalam perusahaan hanya ada pekerjaan yang sesuai dengan fungsi masing-masing yang mengacu pada SOP, sehingga setiap orang tidak perlu untuk berpendapat atau apapun namanya, yang diperlukan adalah berkerja yang sesuai dengan SOP. Itulah yang terjadi di setiap perusahaan sehingga kadang 1 perusahaan kalah oleh perusahaan lain dalam perkembangan. Kenapa bisa kalah, apakah kalah dalam produk, bukan, tetapi kalah dari segi kualitas SDM yang dimiliki.

Partisipasi akan bisa menjembatani hal-hal tersebut, kita tidak bisa mengembangkan kualitas SDM yang kita miliki ketika kita tidak saling mendukung, tidak saling mendorong dan tidak mau saling mendengarkan. Partisipasi akan mendorong setiap pergerakan SDM dari atas kebawah dan dari bawah keatas, partisipasi akan melapisi semua desain manajemen yang ada di perusahaan Anda.

Tidak lagi berpikir bahwa partisipasi adalah gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat, bukan jumsih yang dilakukan di kampong-kampung, bukan mengangkat mobil oleh 10 orang bersama-sama. Tetapi pada konsep perusahaan, partisipasi adalah lapisan manajemen yang akan mendukung berjalnnya manajemen perusahaan.

By : Dicki Koswara

Bagikan Informasi!

5 Commentsto Partisipasi dalam konsep perusahaan

  1. Kit says:

    It’s fantastic that you are getting thoughts from this
    post as well as from our dialogue made at this
    time.

  2. admin says:

    Thank’s for your comment, it’s important for me

  3. Zine says:

    Dear Freda:First, I want to thank all our friends who vote with what they buy. Without their fhtaiful supports, Third Place will not even exist. Third Place will have her historical significance in Taiwan’s Salon and Spa industry.Third Place is the first Salon and Spa in Taiwan that don’t use fear based and distrust based Commission System to reward hairstylists or Spa aestheticians. People told me that I am crazy to trust young hairstylists will work for non-commission. All hairstylists got into this profession for money, not for their passion or service from heart. I just want to prove to them that they are wrong. People want to be trusted and wanted to participate in something larger than themselves. Of course, we have a merit based salary with open book management and 20% profit sharing and a different career paths for all our hairstylists. They can open their own salons and stay within our network, they can become a teacher at Canmeng Institute or they can be a happy hairstylists who practice Daymaking everyday with their best friends ( guests ). Hairstylist is a beautiful and rewarding profession if you decided not to put money in the center of your career path. In Canmeng, we are trying to create a new beauty industry which is not built on commission, but on lifestyle choice and Daymaking. Time really flies, especially, during our age.I intend to focus my time on Ripplemaker Foundation starting in 2013.Ripplemaker Foundation’s mission is to help people to realize their dream through entrepreneurship. I firmly believe people don’t need charity, people just need chance.In many ways, Ripplemaker Foundation is like a Profit for Purpose ( PFP ) business. Ripplemaker Foundation will be financed completely by my own efforts, not seeking any donation or government fund. I think this is the problem for most NPO who needs donors, sponsors and grants to survive. I think PFP business is the next phase, in addition to the buzz business model: Social Business or Social entrepreneur.If you read my book or search this blog, you will find the origin and the evolution of this PFP Business model.Well, I am going to put it into experiment now. ( Red Room is actually a kind of PFP business model already, if you look closely. )Thank you for your well wishes. I shall need it.Ping

  4. great porn says:

    A big thank you for your article post.Much thanks again.

  5. Thanks for sharing, this is a fantastic article post.Thanks Again. Great.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *