Motivasi Diri [Bag II]

Dalam bagian ke dua ini, kita masih membahas mengenai apa saja yang harus kita miliki agar hidup kita lebih termotivasi dan bisa menjadikan kita lebih percaya diri dengan apa yang kita lakukan. Mari kita bahas lebih lanjut lagi.

Skill

Selanjutnya yang perlu Anda miliki untuk memotivasi diri sendiri adalah skills, skill adalah cara penerapan dari knowladge. Anda tidak bisa hanya mengetahuinya saja, Anda harus mulai menentukan pilihan, pengetahuan mana yang akan Anda asah terus agar bisa menjamin Anda bisa bertahan hidup dalam kehidupan ini. Anda bisa melakukan apapun dari pengetahuan yang telah Anda dapatkan, tetapi Anda harus mulai menentukan kemampuan apa dan yang mana yang akan Anda unggulkan sebagai senjata Anda bertahan hidup dalam kehidupan ini.

Sebagai contoh, seseorang mengetahui teknik untuk membuat tulisan, tetapi belum tentu orang tersebut bisa menerapkannya. Jika hanya tahu dan Anda belum pernah menerapkannya, maka itu hanya sebatas pengetahuan saja. Mungkin Anda bisa memberikan motivasi kepada orang lain dari pengetahuan yang Anda miliki, tetapi akan lebih baik jika memberikan sesuatu kepada orang lain adalah sesuatu yang sudah Anda uji dengan menerapkan ilmu tersebut oleh Anda sendiri.

Setiap manusia itu unik, apa yang menjadi keunikan manusia? Keunikan manusia terletak pada pilihan yang bsia dia ambil, itulah yang menjadikan penerapan knowladge sangatlah penting karena akan menjadi referensi kuat untuk Anda mengambil keputusan. Pilihan selalu memiliki resiko yang harus kita ambil, dan tentu ketika kita membahas mengenai resiko, berarti itu berkaitan dengan sesuatu yang membuat kita tidak nyaman. Dan sayangnya resiko tidak ada besar dan kecil, resiko sama saja, jika seseorang mengatakan resiko itu besar maka semua resiko yang ada di dunia ini adalah besar, jika seseorang mengatakan resiko yang ada di dunia ini kecil maka semua resiko itu kecil. Resiko tidak bisa di tentukan dari ukuran, karena resiko ini seperti bayangan yang selalu menempel pada diri kita, apapun yang kita lakukan bayangan akan selalu ada, dan tentu tidak akan bisa dihilangkan.

Kita hanya bisa meminimalisir resiko tersebut, sehingga resiko yang akan kita hadapi di kemudian hari tidak berdampak terlalu besar terhadap apa yang kita pilih. Pengetahuan sangat penting untuk meminimalisir resiko, tetapi untuk menjadikannya lebih baik lagi, maka Anda harus memiliki skill yang mumpuni untuk bisa meminimalisir resiko tersebut.

Skill berkaitan erat dengan proses, jika kita berbicara proses, maka ada waktu yang harus kita pijaki dan akan sulit sekali untuk bisa mengakali waktu tersebut karena berkaitan dengan seberapa keras Anda berusaha untuk bisa mendapatkan skill tersebut. Semakin lama Anda mengasah skill yang Anda unggulkan, semakin hebat Anda dalam meminimalisir resiko yang mungkin akan terjadi di kemudian hari. Dan kenali apa yang Anda siap pertanggung jawabkan untuk resiko dari pilihan yang akan Anda pilih, menjadi apa Anda di kemudian hari tergantung dari pilihan Anda hari ini.

Jika ternyata hari ini Anda memutuskan untuk mendalami skill marketing, maka Anda harus menyakinkan diri Anda bahwa tidak ada proses yang mudah, semua proses sangatlah berat dan kesulitannya merupakan keindahan dari proses itu sendiri. Terus dalami skill marketing tersebut sehingga Anda menjadi ahli dalam dunia marketing, dan saya sarankan jangan sesekali menyesal dan melihat kebelakan ketika Anda mulai masuk pada proses dari pilihan yang telah Anda ambil, yakin setiap keahlian yang seseorang ahli miliki selalu dibutuhkan oleh orang lain.

Lakukan

Hal yang harus Anda mulai untuk menjadikan Anda ahli dalam salah satu bidang adalah “lakukan”. Anda telah mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang apa yang akan Anda dalami, dan pengetahuan tersebut tidak akan berguna jika tidak Anda lakukan, maka untuk menjadikan Anda menjadi seorang ahli adalah lakukan apa yang Anda ketahui dan terus asah apa yang telah Anda pilih tersebut.

Bersabar

Bersabar adalah bertahan bukan pasrah. Kebanyakan dari kita mengartikan bersabar adalah pasrah dengan hasil yang telah Anda lakukan. Dan kita berpikir hasil yang telah kita dapatkan adalah batas yang bisa kita dapatkan. Memang hal tersebut bukanlah hal yang salah jika kita mengartikan bersabar adalah pasrah, hanya saja pasrah tersebut tidak akan menjadikan kita pribadi yang hebat, bahkan bisa saja hal tersebut malah menjadikan kita lemah untuk menghadapi kenyataan dan melemahkan perjuangan kita untuk tetap terus maju. Apakah Anda tahu bahwa waktu tidak akan pernah menunggu Anda? Benar sekali, waktu tidak akan pernah menunggu kita, maka apa yang kita lakukan dengan berpasrah? Menunggu?

Jika waktu saja tidak bisa menunggu kita, lalu apa yang kita tunggu. Tidak bisa kita menunggu atas suatu hasil, segera kita evaluasi dan bergegas untuk bergerak kembali. Bertahan bukan berarti kita diam dan menahan segalanya, bertahan adalah terus maju dan tanpa putus asa, bertahan adalah terus berjuang hingga detik terakhir yang kita miliki. Ingatlah bahwa batas manusia bukan lah putus asa, batas manusia adalah waktu yang telah ditentukan. Tidak ada yang namanya batas untuk berjuang bagi manusia, tidak ada kata “disinilah batas ku”. Jika merasa ada yang tidak kita mampu maka segera cari pengetahuannya agar kita bisa menjadi mampu. Masalah manusia yang paling besar yang sering mengakibatkan kita merasa tidak mampu adalah rasa jenuh akan sesuatu sehingga pada akhirnya kita menyerah dengan alasan “telah sampai pada batasnya”.

Batas akhir yang dimiliki oleh manusia adalah waktu ketika waktu kita telah datang untuk berhenti berusaha, maka itu adalah kematian. Disana batas kita untuk melakukan sesuatu, batas yang tidak seorang pun bisa melewatinya. Tetapi sebelum batas itu datang maka kita masih bisa melakukan yang terbaik untuk bisa mengembangkan kemampua kita tanpa batas. Pernahkan kita melihat seseorang dengan usia yang tak lagi muda mau untuk mengikuti pelajaran di sekolah formal? Kenapa diusaianya yang tak lagi muda masih mau untuk mengikuti pelajaran, karena memang tidak ada batas untuk kita mengembangkan sesuatu kecuali waktu yang kita miliki telah habis yang ditandai dengan kematian. Selama waktu itu belum datang, maka kita masih memiliki kesempatan untuk bisa mengembangakan kemampuan kita.

Mulai untuk menanamkan paradigma di pikiran kita bahwa bersabar adalah bertahan, bertahan adalah terus berjuang. Tidak ada kata putus asa untuk memperjuangkan sesuatu, percaya bahwa kapasitas yang dimiliki oleh otak manusia tidak terbatas. Kemudian jadilah ahli dalam bidang yang telah Anda pilih.

By : Dicki Koswara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *