Komunikasi Kunci Interaksi

Komunikasi merupakan hal yang akan selalu manusia lakukan baik secara verbal atau pun nonverbal. Interaksi social merupakan hak mutlak yang dibutuhkan oleh setiap manusia yang hidup, komunikasi merupakan media utama untuk berinteraksi dan tentu untuk saling bertukar kebutuhan antara sesama manusia.

Berbicara masalah kebutuhan “need problem” merupakan hal yang sangat menarik dan akan selalu menyita banyak perhatian orang, bagaimana tidak, hal tersebut merupakan inti dan isi dari kehidupan manusia, berinteraksi untuk saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Tanpa bisa dipungkiri itulah makna hidup yang sebenarnya. Dalam proses tersebut, proses memenuhi kebutuhan hidup, setiap orang akan dihadapkan pada proses tawar-menawar atau negosiasi untuk bisa saling mendapatkan apa yang dibutuhkan, dan itu merupakan hal yang setiap hari kita lakukan yaitu “negosiasi”.

Dalam prosesnya kehidupan kita memiliki proses yang dibungkus dalam kerangka yang disebut interaksi, interaksi ini memiliki beberapa tahapan yang akan dilalui diantaranya :

Komunikasi ; adalah proses dimana kita bertukar informasi dengan orang lain baik yang bermanfaat ataupun tidak, baik secara verbal (melalui suara) ataupun non-verbal (melalui symbol atau Bahasa tubuh dan media lainnya yang mendukung).

Komunikasi merupakan proses pertama dalam iteraksi, bertatap saja itu sudah masuk dalam kategori komunikasi secara non-verbal dimana hal tersebut menunjukan ketertarikan seseorang untuk membangun interaksi. Dan tentu saja, komunikasi memberikan kita pendekatan lebih dekat untuk mengenal dan menganalisis menganai apa yang ada diseseorang yang kita butuhkan darinya.

Presentasi ; setelah komunikasi terbangun, lalu kita akan mengutarakan apa yang menjadi kebutuhan kita terhadap orang lain baik secara langsung ataupun tidak langsung. Kebutuhan manusia yang ada di manusia lainnya adalah kebutuhan fsikis (kebutuhan ekonomi, makanan, pakaian, pekerjaan dan perlengkapan hidup lainnya) dan kebutuhan biologis (ketenangan, keamanan, kenyamanan, dan lain sebagainya) dimana kedua kebutuhan tersebut akan kita dapatkan dari orang lain, oleh sebab didorong oleh kebutuhan-kebutuhan tersebut maka mau tidak mau kita harus berinteraksi dengan orang lain.

Komunikasi yang dibangun dengan orang lain adalah langkah awal untuk selanjutnya masuk pada proses presentasi masing-masing kebutuhan. Maka dalam proses tersebut setiap orang melakukan asesmen dan analisi kepada lainnya untuk pada akhirnya bisa mendapatkan informasi lengkap apa kebutuhannya yang ada di orang lain, dan begitu pun sebaliknya.

Negosiasi : proses selanjutnya adalah negosiasi, sebenarnya setiap orang adalah negosiator, pernah pakar negosiasi mengatakan kepada saya “jadilah negosiator yang handal seperti anak kecil, proses negosiasi yang dilakukannya kepada orang tuanya selalu berhasil”. Jika kita merasa pernah kecil dan setiap keinginan kita atau kebutuhan kita selalu dipenuhi oleh orang tua kita, itu adalah proses negosiasi. Jika kita mengatakan bahwa kita bukan seorang negosiator, maka kita bukanlah manusia, karena dalam memenuhi kebutuhannya, manusia akan selalu melakukan negosiasi untuk mendapatkan kesepakatan yang saling menguntungkan dengan manusia lainnya.

Kadang kita tidak menyadari bahwa proses negosiasi sedang kita lakukan ketika kita membeli sesuatu, atau ketika kita akan melakukan sebuah kesepakatan. Negosiasi setiap hari kita lakukan untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan, dalam proses negosiasi, pertukaran kebutuhan akan berlangsung antara seseorang dengan lainnya, akan selalu demikian, ketika seseorang melakukan negosiasi, pasti mereka saling membutuhkan satu sama lainnya, kenapa demikian, karena kebutuhan mereka akan terpenuhi oleh orang lain.

Tiga poses dalam interaksi yang selalu kita lakukan setiap harinya, semuanya didasari oleh kebutuhan masing-masing orang dimana kebutuhan itu ada di orang yang lainnya, sehingga akan mendorong terjadinya komunikasi, presentasi dan negosiasi guna mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya.

By ; Dicki Koswara

One Commentto Komunikasi Kunci Interaksi

  1. Naim says:

    Dear Serena:Love it. Your dad is a wise man who encourage his kids that belviieng is seeing.Recently, I realize that belviieng is not only seeing, but, has to go through the imagining process first too. This is where the creativity comes into play.Our youth forgets how to imagine because the harsh reality has forced them to seek security and certainty. I really don’t know what would I do if I were your age and face this unfriendly economy.This is why I co-founded Ripplemaker Foundation to encourage young people to take accountability and not hand out or any entitlement and start their own micro business with an understanding that he/she will never get rich, but they will surely live a life they choose to.It is this get rich fast mindset promoted by media and society that has plagued our youth to look down on any meagre income or manual laborer. An artist knows that voluntary poverty is the price to pay to live a life with free spirit and not to be slaved by any means.I am the lucky few who started business by accident. I never imagine to be rich, however, I do put my freedom and independence ahead of any wealth accumulation or empire building.Starting small is the mantra I gave to anyone who is willing to listen. Dream big will come naturally when you have repeat paid customers.Action expresses priority.Ping

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *