Pendidikan dan Pelatihan SDM Perusahaan

Berkembangnya kesadaran dari setiap pengusaha bahwa penggerak utama perusahaan mereka adalah SDM sehingga semakin berkembang pula program-program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas kerja SDM yang dimiliki perusahaan. Keuntungan yang diberikan perusahaan kepada SDM nya dari pendidikan dan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi pada hal-hal baru dengan tujuan untuk kemajuan perusahaan. Bahkan perusahaan akan siap mengalokasikan dana mereka untuk program tersebut.

Bagaimana tidak besar pengaruh SDM dalam laju perkembangan perusahaan, semua jenis dan bentuk produksi, pemasaran, administrasi, keuangan dan lain sebagainnya yang ada di dalam perusahaan digerakan oleh SDM/ manusia, sehingga paradigm yang berkembang pada sebelum sekarang ini “SDM sama dengan mesin” mulai di geser kepada “SDM adalah sumber daya utama dibandingkan sumber daya yang lainnya”.

Ada empat jenis sumberdaya yang kita sering dengar, yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya teknologi dan sumber daya social, mungkin sumber daya manusia atau SDM sudah bukan teori baru bagi kita semua, begitu pun sumber daya alam atau SDA. Bagaimana dengan sumber daya teknologi? Adalah sumber daya yang dihasilkan dari kolaborasi SDM dan SDA yang pada akhirnya menjadi hasil dari pemikiran manusia untuk mengelola sumber daya alam semaksimal mungkin. Lalu bagaimana dengan sumber daya social di dunia kerja, sejauh apapun dan sejauh manapun seorang manusia berpijak, selama itu dia masih berhubungan/ berelasi dengan manusia lainnya akan terbentuk suatu lingkungan dan budaya, dimana semua yang berelasi saling membutuhkan dan saling berinteraksi. Sering kita dengar “budaya kerja perusahaan”, itu adalah kebiasaan yang sering dilakukan di dalam pekerjaan sebuah perusahaan.

Semakin tingginya jenjang pendidikan formal yang bisa didapatkan oleh seorang individu, harusnya menjadi semakin baik kualitas SDM yang dihasilkan. Tetapi untuk sebuah spesifikasi pekerjaan dibutuhkan pengalaman, teori hanya sebatas pengetahuan saja, tetapi pemahaman didapatkan dari pengalaman di lapangan. Sehinga meski jenjang pendidikan formal yang dimiliki seorang individu, tidak menjadi jaminan untuk kualitas kerja yang perusahaan harapkan, sehingga dalam prosesnya akan selalu dibutuhkan pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh perusahaan untuk bisa menghasilkan SDM berkualitas yang diharapkan perusahaan.

Pendidikan dan pelatihan yang bisa diambil oleh perusahaan ada dua hal pendidikan dan pelatihan, yaitu in house training, dan yang ke dua adalah public training. In house training adalah pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh perusahaan khusus untuk perusahaan saja atau bersifat internal. Perusahaan mengundang narasumber /  trainer dan untuk tempat biasanya diadakan di ruangan yang disediakan perusahaan, seluruh peserta adalah perserta dari perusahaan saja tidak ada dari luar perusahaan, dan peserta yang diikutkan dalam training ini akan lebih dari 10 orang, bahkan bisa sampai 30 orang lebih. Perusahaan biasanya memberikan training khusus pada satu bagian atau divisi, tujuannya untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh SDM pada bagian tersebut, misalkan bagian marketing dengan materi “selling skill”.

Sedangkan untuk public training adalah pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh suatu provider training dengan materi yang biasanya lebih pada sharing, misalkan materi “selling skill”. Training ini tidak akan membahas terlalu dalam mengenai materi yang menjadi judul utama training ini, tetapi training ini lebih pada sharing pengalaman dan permasalahan-permasalah yang sering terjadi dan mencari solusi terbaik untuk permasalah tersebut. Biasanya peserta yang hadir pada public training dari berbagai perusahaan lebih dari 2 perusahaan, dan biasanya satu perusahaan hanya mengirimkan 1 atau 2 orang saja untuk menjadi peserta dalam training ini. Tujuan utama perusahaan mengirimkan peserta pada public training adalah untuk analisis saingan pasar dan pembukaan relasi baru untuk menambah jangkauan pasar perusahaan.

Jika untuk mengembangkan kualitas SDM secara soft skill bagusnya perusahaan mengambil in house training, karena lebih spesifik dan terarah. Jika untuk tujuan analisis pasar dan saingan serta pengembangan relasi, sebaiknya perusahaan mengikutkan SDMnya untuk public training, selain pengalaman SDM, secara tidak langsung skill yang dimiliki SDM yang mengikuti public training akan berkembang dengan sendirinya karena ada rangsangan dari lingkungan atau situasi public training itu sendiri.

Pada hasilnya, pelatihan dan pendidikan sangat dibutuhkan oleh setiap manusia untuk mengasah kemampuan yang dimilikinya juga untuk menambah informasi dan referensi tetang suatu kegiatan pekerjaan. Jika sebuah perusahaan ingin mengembangkan kualitas produknya, maka yang pertama kali yang harus dilakukan adalah mengembangkan kualitas SDM yang dimilikinya, sehingga akan muncul inovasi-inovasi baru sebagai kolaborasi dari SDM dan SDA untuk menghasilkan SDM yang berkualitas.

Pada dasarnya, perkembangan manusia ada diotaknya, tenaga saja tidaklah cukup untuk membuat suatu inovasi pengembangan produk yang berkualitas. Pendidikan dan pelatihanlah yang akan mendukung setiap perkembangan tersebut, yang akan menunjang terbentuknya inovasi baru yang luar biasa.

By : Dicki Koswara

One Commentto Pendidikan dan Pelatihan SDM Perusahaan

  1. Very good post. I am facing many of these issues as well..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *