Archives

now browsing by author

 

Rumah dan Tanah di jual di pusat Kota Bandung 2017

Saya mau share rumah dan tanah di jual di pusat kota Bandung, saya menyambungkan informasi siapa tahu ada orang-orang di sana yang membutuhkan tanah untuk di bangun menjadi penginapan, hotel, tempat usaha, atau rumah tinggal yang posisinya di pusat kota Bandung.

RUMAH DAN TAHAH DI JUAL DI PUSAT KOTA BANDUNG :

luas tanah 780 m2

alamat di jl. kautamaan istri no 199 Kel. Balonggede, Kec. Regol, Kota Bandung

harga 30jt/m2 NEGO.

batas negosiasi sampai 31 Agustus 2017

Read the Rest…

Jika informasi ini penting, silahkan share kepada yang lainnya :
0

KEBAIKAN ATAU INVESTASI

Melihat kenyataan ini pasti membuat setiap manusia yang telah cukup matang mulai merinding merasakan luar biasanya cara hidup di dunia ini, tidak ada kawan tidak ada lawan, karena bisa jadi hari ini kawan besok menjadi lawan, begitu pun sebaliknya, hari ini lawan bisa jadi besok adalah kawan. Jika pada zaman dulu peperangan harus menggunakan pedang, maka pada saat ini perang dilakukan dengan menggunakan intelektual dan usaha, saling bunuh pada saat ini lebih parah dari zaman dulu, dulu manusia membunuh menggunakan pedang dan yang terbunuh adalah fisiknya, tetapi perang intelektual dan usaha, pembunuhan dilakukan pada pembunuhan karakter atau peran lawan.

Pada saat ini banyak orang yang kalah karena memiliki kebaikan, orang yang baik akan lebih cepat dikalahkan dibandingkan orang yang sebaliknya, entah kenapa cara berjalannya kehidupan ini seperti itu, meski banyak orang mengatakan bahwa kebenaran akan selalu menang, kejahatan akan selalu dikalahkan oleh kebaikan, tetapi sekarang kenyataannya tidak lah begitu, bahkan bisa dikatakan sebaliknya, maka untuk berjalan di kehidupan ini, jangan pikirkan kebaikan kita atau kebaikan seseorang, lebih baik kita katakan kebaikan yang kita lakukan pada orang lain adalah investasi, biasanya kebaikan kita pada seseorang akan memberikan kita harapan bahwa orang tersebut juga akan baik kepada kita, secara tidak sadar kita mengharapkan balas budi dari orang yang kita tolong dengan kebaikan kita. Hal ini bukan tidak baik atau apapun, hanya saja ketika kita melakukan kebaikan kepada orang lain dan kita mengharapakan balasan atas apa yang kita lakukan maka suatu saat kita akan merasa sakit hati dan merasa dikhianati.

Dari rasa sakit hati tersebut akhirnya akan memunculkan sisi lain dari diri kita, bukan lagi kebaikan yang akan muncul, tetapi rasa ingin membalas rasa sakit hati tersebut agar orang yang memberikan kita sakit hati itu juga merasakan sakit yang sama, padahal orang yang kita tuju itu adalah orang yang sebelumnya kita tolong, bukan kah itu dinamakan balas dendam. Jadi dari kebaikan, kita akhirnya memunculkan keburukan. Jadi paradigma untuk menganggap bahwa apa yang awalnya kita sebut dengan kebaikan karena menolong atau memberikan manfaat untuk orang lain kita alihkan konsepnya di pikiran kita menjadi investasi. Dalam konsep investasi, sebelum kita menginvestasikan sesuatu, kita harus fahami dulu situasi dan kondisinya, juga melihatnya harus secara obyektif sehingga bisa mendapatkan keputusan yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Juga kondisi kemampuan kita dalam melakukannya, jika kita sendiri saja tidak akan mampu maka jangan memaksakan diri, cari solusi lain seperti dengan mengambil investor lain yang akan membantu Anda. Misal kita akan melakukan investasi pada tetangga kita yang tidak mampu, tetangga kita membutuhkan biaya untuk kehidupan mereka. Jika kita tidak akan mampu memberikan dana yang cukup untuk mereka, maka cari investor lain yang siap memberikan dana, jadi dengan cara seperti itu tetangga Anda akan mendapatkan biaya untuk kelangsungan hidup mereka.

Investasi adalah kebaikan

“itu namanya kebaikan pak bukan investasi, karena kalau investasi akan mendapatkan nilai kembali kepada kita”. Nah mari kita bahas apa yang akan kita dapatkan dari investasi yang kita lakukan tersebut. Benar, ini adalah kebaikan, investasi pun pada dasarnya adalah kebaikan, orang yang memiliki dana membantu orang yang tidak memiliki dana, itu kan dasarnya juga. Jadi sebenarnya tidak ada beda dengan kebaikan, hanya saja ada sedikit bedanya, kebaikan akan memberikan harapan diluar ekspektasi kita karena sifatnya global. Contohnya, katakan pak dodo sedang menggarap lahan pertanian, kemudian kita melakukan kebaikan dengan cara membantunya menggarap lahan tersebut, dari bantuan yang kita lakukan kita berharap bahwa ketika kita dalam kesulitan pak dodo membantu kita karena kita telah melakukan kebaikan kepadanya, bagaimana ketika kita akhirnya mendapatkan kesulitan dan kita datang kepada pak dodo dan pak dodo tidak membantu kita, akan ada rasa dalam hati kita yang bisa kita katakan itu adalah sakit hati. Dan apa yang terjadi ketika kita merasa sakit hati oleh pak dodo tersebut, maka kita akan katakan, apapun kesulitan pak dodo maka kita tidak akan pernah mau untuk menolongnya lagi, dan seperti itu lah kira-kira, dan itu sudah bisa kita katakan adalah dendam. Padahal tidak semua orang mampu untuk membatu kita pada kesulitan tertentu, mereka memiliki batas.

Bagaimana dengan investasi, investasi adalah kebaikan secara spesifik, misal kita investasi pada dana, maka yang kita harapkan adalah dana juga bukan yang lain, jika investasi tenaga dalam membangun rumah tetangga, maka kita berharapa bahwa ketika kita membangun rumah, tetangga yang kita bantu membantu kita juga, begitu seterusnya, investasi tergantung pada apa yang kita berikan dan itu yang kita harapkan akan kembali, dan nilai positifnya adalah, seorang investor harus siap dengan resiko kerugian, jika ternyata tetangga kita membantu ketika kita membangun rumah berarti investasi kita berhasil dan menghasilkan keuntungan, tetapi jika tetangga kita tidak membantu pada akhirnya, berarti investasi kita gagal. Dan kita sadar kegagalan itu adalah awal dari keberhasilan. Seperti kata thomas alva edison penemu lampu dengan 10.000 kegagalan, dia berkata “saya tidak gagal 10.000 kali, tetapi saya menemukan 10.000 cara baru untuk membuat lampu”. Maka lakukan investasi lagi, semakin sering kita berinvestasi maka semakin banyak kita akan menerima keuntungan. Jadi tidak perlu sakit hati karena tetangga kita tidak memberikan keuntungan dari investasi kita, tetapi yang harus kita lakukan adalah investasi lagi dan lagi, maka tidak akan selamanya kerugian yang kita dapatkan, keuntungan pun pasti akan menjumpai kita.

Menurut saya, investasi adalah kebaikan itu sendiri, dan yang luar biasanya kebaikan tersebut tidak akan memojokan orang lain karena kita tidak berharap terlalu banyak. Meski memang jarang kita temui orang yang melakukan sesuatu tanpa pamrih, maka dari itu konsep asumsi ini akan merubah kita dan menghidari kita dari harapan-harapan yang tidak pelu yang akan membuat kita down suatu saat nanti. Inti dari ini semua adalah bahwa kita akan terbiasa melakukan kebaikan tanpa harus berharap kebaikan itu akan memberikan kita kebaikan yang lebih dari apa yang kita lakukan, kita akan berharap akan ada hasil kembali sesuai dengan apa yang kita lakukan tidak perlu melebihkan harapan.

Berinvestasi itu menyenangkan

Bagi sebagian orang, kebaikannya kepada orang lain adalah sebuah kebahagian tersendiri, tetapi bagi sebagian besarnya lagi kebaikan adalah investasi agar dapatkan hasil yang lebih banyak dari kebaikan yang dilakukannya. Memang seharusnya seperti itu, hanya saja jika kita berharap terlalu banyak dari hal itu, investasi yang kita lakukan akan menjadi kebutuhan dan itu yang akan menjadi dorongan kuat niat kita berinvestasi menjadi paksaan bagi diri kita, jika dasar dari apa yang kita lakukan adalah keterpaksaan maka kita akan menuntut balas yang lebih banyak dari apa yang kita lakukan.

Saya bisa mengatakan bahwa berinvestasi itu menyenangkan meski tidak hanya untung yang akan kita dapat, sering kali rugi pun kita dapat, tetapi rugi dari invesati tidak menimbulkan dendam meski apa yang kita investasikan tidak kembali kepada kita. Contoh investasi seperti kita memberikan keadaan yang sejahtera bagi karyawan kita di kantor jika Anda adalah pemilik usaha, investasi yang kita lakukan akan memberikan keuntungan loyalitas dari karyawan kita, meski loyalitas itu tidak akan kita dapatkan dari seluruh karyawan kita, tetapi tidak semua karyawan juga yang tidak loyal, pasti ada banyak karyawan yang memberikan loyalitasnya kepada Anda. Karyawan yang memberikan loyalitasnya kepada Anda adalah keuntungan dari investasi yang Anda lakukan, sedangkan karyawan yang tidak memberikan loyalitasnya adalah kerugian dari investasi Anda, tetapi meski Anda mengalami kerugian Anda tidak berharap terlalu banyak dari investasi yang Anda lakukan, karena Anda bisa berinvestasi lagi.

Jika kita menanamkan bahwa investasi itu menyenangkan ketika kita aplikasikan dalam kehidupan ini, maka akan banyak orang yang bahagia karena mendapatkan investasi dari kita, dan kadang kita akan merasa bahwa kebahagian orang-orang yang kita berikan investasi itu adalah keuntungan yang kita dapatkan dan kita tidak berharap untuk mendapatkan yang lebih dari itu. Mungkin sementara itulah bahasan yang bisa kita bahas dalam kesempatan ini, terima kasih sudah menyimak.

By ; Dicki Koswara

Jika informasi ini penting, silahkan share kepada yang lainnya :
0

APA YANG MENJADI DASAR SEORANG PENGUSAHA SUKSES

Jika seseorang telah berpikir bagaimana menjadi enterpreneur maka jiwa dan raganya mulai mengarah pada rencana jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik. Seorang pengusaha berpikir bukan untuk kepentingan pribadi saja, kesejahteraan bersama merupakan dasar yang sangat kuat untuk memulai sebuah usaha, keuntungan bisa didapatkan jika proses yang dijalankan benar karena keuntungan adalah hasil, begitu pun dengan kerugian yang merupakan hasil dari proses. Apapun hasilnya kita akan tetap bersyukur ketika proses yang kita lalui merupakan proses yang benar dan terencana dengan matang.

Read the Rest…

Jika informasi ini penting, silahkan share kepada yang lainnya :
0